in

Manfaat Botox dan Fakta-Faktanya, Cek Infonya!

Bila Anda pernah mendengar istilah Botox, Anda akan langsung tahu bahwa teknologi ini sangat diidam-idamkan kaum hawa beberapa tahun ini.

Manfaat Botox dan Fakta-Faktanya, Cek Infonya!
(foto; thefashionauthority.com)

Hingga saat ini, sudah berapa kali Anda mendengar tentang Botox? Tentunya sudah sering, bukan? Botox merupakan teknologi yang sudah umum akhir-akhir ini, terutama di kalangan wanita. Hal ini memungkinkan karena Botox merupakan teknologi yang mampu membuat Anda terlihat muda dan cantik dalam beberapa suntikan saja.

Akan tetapi, sebelum Anda memutuskan untuk melakukan suntik botox, ada baiknya bila Anda mempertimbangkan dan mengetahui sejumlah faktanya terlebih dahulu. Mulai dari pengertian Botox, cara kerja Botox, penggunaan dan prosedur Botox, hingga resiko dan efek sampingnya yang perlu Anda pertimbangkan secara matang.

Pengertian Botox

3 new uses for Botox. No shiny foreheads please - Healthista

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, Botox adalah suatu obat yang dapat digunakan untuk membuat otot menjadi lemah atau lumpuh. Pemakaian Botox dalam dosis yang kecil bisa memberikan keuntungan untuk Anda, yaitu mengurangi keriput pada kulit dan membantu mengobati sejumlah kondisi otot yang tidak bagus. Hal ini merupakan hal yang bagus, bukan? Mengingat pertambahan usia merupakan hal yang umumnya dihindari kaum wanita karena tanda-tanda penuaan dini mulai menyerang.

Botox sendiri berasal dari bahan protein yang tercipta dari toksin botulinum yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum, yang biasanya terdapat pada saluran usus. Ini adalah racun yang sama yang rupanya dapat menyebabkan botulisme. Sebenarnya, dalam konteks ini, Botox sendiri adalah zat racun dan merugikan, akan tetapi jangan keburu khawatir. Botox akan memberikan manfaat ketika orang menggunakannya dengan benar dan dalam dosis kecil dalam sejumlah penggunaan medis dan kosmetik.

Sebenarnya, orang-orang lebih mengenal bahwa suntikan Botox biasanya digunakan dalam pengurangan keriput kulit. Tidak hanya keriput, Botox juga bisa menjadi obat dari mata juling, kejang kelopak mata, keringat berlebih, dan beberapa gangguan kandung kemih.

Cara kerja Botox

Karena Botox berasal dari bakteri Clostridium botulinum, Botox mempunyai beberapa sifat bawaan dari bakteri tersebut. Sebenarnya, Clostridium botulinum yang terbentuk secara alami umumnya tidak berbahaya. Hal ini akan hanya menjadi masalah ketika spora berubah dan populasi sel meningkat. Pada titik tertentu, bakteri mulai memproduksi toksin botulinum, neurotoksin mematikan yang bertanggung jawab untuk botulisme.

Yang perlu diwanti-wanti, racun botulinum ini rupanya begitu beracun. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa studi dari ilmuwan yang memprediksi bahwa 1 gram racun kristal dapat membunuh 1 juta orang dan beberapa kilogram dapat membunuh setiap manusia di bumi. Tetapi jangan khawatir, bila sudah dalam kandungan Botox. bahan ini cukup aman untuk digunakan namun mempunyai sedikit efek samping ketika digunakan dalam konteks terapeutik.

Karena botox adalah racun untuk sistem saraf, ketika disuntikkan maka zat ini akan menargetkan sistem saraf, kemudian mengganggu proses pensinyalan saraf yang merangsang kontraksi otot. Lewat proses ini, Botox dapat menyebabkan kelumpuhan otot sementara.

Manfaat Botox bagi Kecantikan dan Kesehatan

Botox dapat digunakan untuk segala aspek kehidupan, mulai dari kesehatan hingga meningkatkan kecantikan penampilan. Akan tetapi, biasanya penggunaan utama Botox adalah untuk mengurangi tampilan kerutan yang ada di wajah. Karena manfaatnya yang luar biasa itu, Botox dijadikan prosedur kosmetik yang sangat populer di Amerika.

Ketika Anda mendapatkan suntikan Botox, maka Anda akan merasakan efeknya yang bertahan selama kurang lebih 3 hingga 12 bulan. Semua ini tergantung pada bagaimana Anda merawat efek Botox yang Anda gunakan tersebut. Biasanya, area wajah yang umumnya digunakan oleh pengguna Botox yaitu garis kerutan, keriput di sekitar mata, lipatan horizontal di dahi, garis di sudut mulut, serta kulit di dagu.

Tidak hanya bermanfaat untuk kecantikan, Botox juga mempunyai sejumlah manfaat untuk kesehatan. Misalnya, mata juling atau strabismus, kejang kelopak mata, gangguan pergerakan neurologis, dan lain-lain. Bahkan, Botox juga mampu membantu mengobati kandung kemih yang terlalu aktif. Untuk beberapa kasus, suntikan Botox juga digunakan untuk alopecia, psorias, eksim dishidrotik, neuralgia pasca herpes, vulvodynia, Sindrom Raynaud, achalasia (masalah dengan tenggorokan yang membuat sulit menelan), anismus (disfungsi otot anus), hingga sialorrhea (suatu kondisi di mana tubuh memproduksi air liur terlalu banyak).

Prosedur Penggunaan Botox

Botox Injections and Side Effects

Umumnya, para pengguna Botox menggunakan toksin dari Botulinum dengan cara melakukan pengenceran bubuk di dalam larutan garam, kemudian enceran tersebut disuntukkan secara langsung ke dalam jaringan neuromuskular. Untuk mengetahui reaksi dari penggunaannya, Anda memerlukan waktu sekitar 1 hingga 3 hari sembari menunggu obat ini bekerja. Bahkan, dalam kasus tertentu, efeknya baru bisa terjadi secara sempurna di hari ke-5.

Seperti yang sudah disinggung di awal, Anda bisa menikmati efek Botox mulai dari 3 hingga 12 bulan. Hal ini sangatlah tergantung dari bagaimana cara Anda merawatnya dengan baik. Yang perlu diingat, apabila Anda hamil atau sedang menyusui, jangan pernah coba-coba untuk melakukan Botox di saat yang bersamaan. Dan hindari pula Botox saat Anda tahu Anda memiliki reaksi alergi terhadap obat-obat atau bahan-bahan kimia lain.

Resiko dan Efek Samping dari Botox

Biasanya, orang-orang mendapatkan efek samping Botox yang tidak parah dan biasanya mereka menoleransi proses penyuntikan Botox dengan baik. Hal ini menunjukkan baha penggunaan Botox cukup aman dan tidak berbahaya untuk digunakan. Akan tetapi, Botox juga dapat memicu efek samping di kondisi-kondisi badan tertentu. Seiring dengan efek yang dimaksudkan, toksin botulinum dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan. Efek samping ini dapat mencakup hal-hal berikut, yaitu nyeri ringan, bengkak, atau memar di sekitar tempat suntikan, gejala seperti flu, sakit kepala, sakit perut, kelopak mata mati rasa, perasaan tidak sehat, dan kelumpuhan sementara yang tidak diinginkan pada otot-otot di sekitarnya. Dalam kasus yang jarang terjadi, orang tersebut mungkin memiliki kecenderungan genetik yang menghasilkan respons yang sementara dan ringan terhadap obat tersebut.

Intinya, Botox merupakan obat yang bila Anda pakai dalam dosis kecil bisa mengurangi keriput sekaligus mengobati gangguan yang berhubungan dengan otot. Dan bila Anda ingin mencoba untuk melakukan suntik Botox, Anda diharuskan untuk berbicara terlebih dahulu dengan para penyedia layanan kesehatan Anda dan menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai keselamatan, resiko, biaya, dan berbagai pertimbangan lain yang harus Anda pikirkan matang-matang.

Bila Anda merasa bahwa Anda menginginkan tampilan wajah yang sempurna dan Anda menginginkan perubahan yang signifikan, maka Anda bisa mempertimbangkan suntik Botox ini untuk menjadi pilihan utama dalam memecahkan solusi yang paling memberikan manfatt yang signifikan dan cukup efektif. Apalagi, suntik Botox ini mempunyai keunggulan dari segi kemudahannya dan kenyamanan dalam penggunaannya. Efek samping yang ditimbulkan pun jarang terjadi dan tidak berat. Bila mendapatkan efek samping berat, biasanya mudah untuk ditangani.

Yang jelas, Anda harus ingat untuk tetap selektif dalam memilih klinik kecantikan ataupun dokter kecantikan yang sudah mempunyai kredibilitas dalam proses penyuntikan Botox. Jangan sembarangan asal pilih, karena hal itu bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan Anda. Jadi, selamat mencoba dan semoga berhasil!

 

Written by Rhania

Tips Memanjangkan Bulu Mata Terbukti Ampuh

10 Bahan Alami Ampuh Mengatasi Wajah Berminyak, Wajah Kembali Segar!